Showing posts with label poems. Show all posts
Showing posts with label poems. Show all posts

Thursday, March 24, 2011

Untitled Part II; MJP

Tidakkah kita memandang bulan yang sama?
Kala rindu menyerbu kalbu
hingga menusuk rusuk tersuruk
bahkan merasuk ke aliran denyut nadiku
Mengenang senyummu bak candu menyisakan pilu
mengenang suaramu pun aku merindu...

Tidakkah kita menunjuk bulan yang sama?
Kala ku pergi jauh meninggalkanmu
meninggalkan hati yang terlanjur letih
Tapi ku titip pesan pada ribuan bintang
meski ragaku tak lagi di sana dan tertatih
hati ini ku tinggalkan untuk temani...

Tidakkah kita mencinta bulan yang sama?
Batin ini tak sanggup merindu
Ku takut cintaku meranggas tak berbekas
Ku takut dirimu ternyata tak merindu
Lalu cinta hanyalah sebuah cerita
yang berakhir dengan derita...

Tuesday, October 19, 2010

Untittled

Mungkin,
jiwa ini tak bisa menahan segala rasa,
tak sabar menanti semua asa.
Berkecamuk di dalam tembok keegoisan.
Menjadi sosok yang terus-terusan putus asa,
terpuruk dan keras kepala tak ingin mengalah dengan keadaan.
Berusaha mencari kebahagiaan.
Kebahagiaan? Seperti apa?

Mencoba merentangkan tangan, menikmati pijakan kaki di bumi, membiarkan angin membelai jilbab putih, dan mencari apa itu kebahagiaan?
Seperti menemukan fatamorgana,
TIDAK. Bukan ini yang aku inginkan, sungguh.. itu bukan yang ku cari!
Fatamorgana yang cuma berisikan asa palsu.
Semakin dikejar, semakin indah terlihat .
Tapi sesampainya, ia bisa hilang dalam sepersekian detik saja.

Masih tak mengerti,
apa yang ada di dalam benak .
Ingin protes dengan setiap milimeter sel otak,
yang hanya diam saja tak membantu.
Yang membiarkan semua memoar terbengkalai tak ada arti.
Yang membiarkan mozaik-mozaik kehidupan berlalu begitu saja.

Kebahagiaan..
Semu, tidak ada yang abadi.
Semua pertanyaan yang bergejolak sudah terjawab.
Kebahagiaan yang seungguhnya,
ketika awal kehidupan sebenarnya dimulai, bukan, bukan kehidupan temporal.
Beruntung,
bagi orang-orang yang tak pernah menyiakan setiap lembar kehidupannya,
untuk menemukan makna kebahagiaan..

Sunday, October 17, 2010

Hujanku

Ini tentang hujan
yang memberikan ritme indah pada setiap tetesannya.
Ini tentang hujan
yang memberikan simfoni pada bunyinya.
Ini tentang hujan
yang memberikan bau khasnya, bau aspal dan rumput saat hujan reda...

Tapi masihkah tentang hujan?
Yang memberikan suasana mencekam
dan seakan mengumpulkan amarahnya.
Melalui tuan ion positif dan tuan ion negatif yang bertemu
meghasilkan sebuah garis putih bercabang di langit yang kelabu bahkan kelam ingin menghitam.
Apa kau anggap ini hujan?

Rentangkan tangan, rasakan pijakan ibu pertiwi, hayati angin yang membelai tubuh, lihatlah tuan lazuardi!
Apa yang kau dapat?

@My sweetroom
saat hujan reda, 19.31 WIB