Showing posts with label curhat. Show all posts
Showing posts with label curhat. Show all posts

Wednesday, March 23, 2011

A Private Symbol; A Cup of Coffee; Bitter&Sweet of the Taste , and The Mate

Sekedar refresh mata kuliah Foundation of Literature kemaren, yaitu membahas Elements of Poetry, khususnya bagian Figurative Language tentang Simbol pada sebuah puisi. Nah, menurut...(dosen dan buku) ada dua jenis simbol, yaitu: 1. Private Symbol dan 2. Universal Symbol. Yang banyak dibahas lebih ke Private Symbol, yaitu simbol yang dimaknai dan dibikin sendiri sama writernya.
Terus, dosennya nyuruh seisi kelas buat bikin satu private symbol yang punya filosofi tersendiri. Daaan, beliau cuma ngasih waktu tiga menit! Yang terlintas di benak gue sebenernya musik Jazz karena musik Jazz itu udah kayak obat penenang buat gue <--- Biasa, orang sakit jiwa kan butuh penenang -___-"
Tapi gue langsung inget bahwa secangkir kopi tuh lebih punya filosofi daripada musik Jazz dan saat dosennya nanya ada yag mau berbagi simbolnya atau engga, gue reflek aja ngacungin jempol tangan. Dan... "Well Sir, my private symbol is a cup of coffee, rr.. I mean a glass of coffee... because:

Ini merk kopi favorit gue, yang Robusta lebih enak lohh~
- A spoon of Coffee means , the bitter taste of the coffee represents the bitter of my life. I believe that everyone in this world has undergone a single thing of the bitter things in his/her life. Eventhough it's bitter in my tounge, but there's an exotic effect; the caffein. I don't know why, caffein makes me better in every cases; doing assignments, mood boaster, spending the whole night, even for breakfast.

Hmm..  apapun merknya, yang penting manis kayak gue~
 - A spoon of sweet sugar means, sugar is always sweet and how can I face every single bitter thing in my life? I don't ruin, but I run it sweetly. It's fine if many bitter things struck me, whatsoever it is, I will solve it with many sweet ways just like a spoon of sugar.

Eh anyway, dibayar kok buat promosi*sumpah* hehehe
- A spoon of coffeemate means, it represents the colour of my life. Why? In this social life, I don't live alone and I need others, indeed I need many mates. I'm a social bone who love mingling so much. If I drink a coffee, a coffeemate or creamer makes the taste of the coffee better, and it changes its colour. When a spoon of coffee and a spoon of sugar don't change the colour, stay black. A creamer can change it into a brown one. Just like friends, they change my flat life =)... "

Well, itulah yang saya pikirkan selama tiga menit. Simpel, kan? Hehe. Tapi ternyata temen-temen di kelas saya juga punya private symbol yang lebih dahsyat dan menecengangkan looh. Ada yang bilang pohon adalah private symbolnya, karena pohon itu semakin meninggi tapi dia tetep bisa ngelindungin apapun yang dibawahnya, terus ada yang bilang topi caping, karena dari kecil dia pengen jadi petani (yang jelas udah ngasih kontribusi besar pada negara kita tercinta ini), dan juga ada yang puya jam tangan sebagai private symbolnya karena ayahnya pengen dia menghargai waktu sebaik mungkin. Waaaah, hebat-hebat yah! Nah, kalo gue dan temen-temen gue udah nemuin private symbolnya, gimana dengan lo guys?

Tuesday, November 2, 2010

No, I'm just.... dissapointed.

Dunia baru yang sedikit kejam.

Bertemu orang-orang baru, mengahdapi karakter yang berbeda-beda. Iya, seru. Tapi prosesnya ga selalu mulus. Ternyata, berpikir positif (lagi-lagi) ga selamanya berhasil. Akibatnya, kena getah.Berbuat baik, berpikir baik, kepada orang yang baru kita kenal. Berharap bisa menjalin hubungan yang baik. Dan ternyata? Mereka malah memanfaatkan kebaikan kita.
Apa sih untungnya mereka berbuat fitnah? Sakit jiwa! Semua fakta, mereka bolak-balik seenak jidat. Kenapa ga semua orang aja mereka hasut? Biar kita lihat siapa yang bakal kemakan tu fitnah murahan.

Kecewa.
Saya bukan orang yang mudah 'down' dengan omongan orang, tidak. Tapi, saya akan sangat kecewa jika orang terdekat malah PERCAYA dengan hasut-hasut murahan itu. Hubungan jadi renggang. For the god sake, I'm deeply dissapointed, my fellow...

Silahkan kalian hasut, fitnah, atau hina... Ga bakal peduli~
Tapi please, jangan ambil orang terdekat saya.

Saturday, October 23, 2010

Tanda tanya (?)

Sosialisasi. Adaptasi.

Dua hal tersebut adalah hal yang paling saya suka. Ketemu orang-orang baru. 

Arin kecil dulunya sangat pemalu (silahkan muntah kalo mau muntah), sampe Mama selalu marah kalo saya sering diam kalo ditanyain orang, "Namanya siapa?", "Umurnya berapa?". Ini membuat saya gregetan kok saya ga bisa berani jawab pertanyaan standard gitu?

Seiring berjalannya waktu dan pengaruh lingkungan SMP sampe SMA, Arin kecil menjelma menjadi sosok yang malu-maluin. Okay halusnya, over confidence. Kenapa over? Entahlah, saya hampir ga bisa ngebedain antara kepedean sama berani. Well, emang sih, saya sangat nyaman dengan diri saya yang sekarang.  Tapi, ada keraguan dalam diri saya.

Saya sebenernya bingung, apakah saya hanya pura-pura aja? Atau inilah saya yang sebenernya? Kadang, saya takut, sifat saya yang berani tampil dan supel ini malah bikin orang yang baru kenal saya jadi ga suka sama saya. Well, manusiawi kalo setiap orang mempunyai rasa takut. Tapi, sangat luar biasa kalo orang tersebut bisa mengakali rasa takut itu dan inilah yang sedang saya coba. Berpikir positif ternyata ga selalu manjur buat saya. Saya terkadang harus memikirkan hal-hal negatif supaya saya bisa mengantisipasi semua hal yang negatif.

Guys, Introspeksi.
Terkadang, omongan orang luar terhadap diri kita jangan terlalu kita ambil pusing tapi jangan pula kita tutup kuping terhadap penilaian orang terhadap kita. Karna orang lainlah yang bisa menilai kita secara objektif tapi harus ingat kita juga punya harga diri yang harus kita jaga jika penilaian tersebut malah menjadi  sesuatu yang underestimate buat kita.

Keep learning :)

Monday, October 18, 2010

We Made Our Dreams in 2009 for 2014

Janji 2014@samping lab.Bahasa
Bukannya bermaksud buat terlena (lagi) sama masa lalu ya, tapi entah kenapa, cerita yang satu ini, ngebekas banget di otak saya (preettt :P). Setaun yang lalu, di tempat yang paling jarang terjangkau oleh siswa-siswi SMAN 1 Pangkalpinang, di samping Lab.Bahasa tepatnya, saya, Noen, Pipin, Gieh, dan Revi bikin sebuah artefak (halah), maksud saya, kita (dengan jahilnya) mencoret tembok berlumut di samping lab.Bahasa dengan spidol (tuh pake spidol kok, bukan pilox).

Sebenernya itu semua ide (gila) saya. Ya know, pas lagi nongkrong sama mereka di samping lab.Bahasa (selalu, tempat favorite saat pelajaran kosong, soalnya sejuk banget walo suasananya agak spooky), tiba-tiba saya (dengan lantangnya) berkata (deuh bahasanyaa..), " Hey all you guys, we are on the last semester now in our high shool. Well, we have to make a promise what we will be in 2014! But we have to write down on this wall whatever it is!" (Hahaha, ini mah dramatisir banget, teks aslinya gini (dalam bahasa Bangka), "Woi kite ken lah nek lulos neh, pukok a taon 2014 ne, kite mesti punya target nek jadi ape, basing ikak lah nek nulis ape, ape ge jadi!!")

Maka, mulailah saya ngambil spidol di kelas (kalo ada pilok mah lebih bagus, tapi mahal) tapi saya sendirinya bingung mau nulis apa? Karena baru abis baca nover "Naked Traveler", alhasil saya dapet ide buat nggoresin spidolnya di tembok. Dilanjutkan dengan Gieh, Noen, Pipin, dan Revi.
Well, inilah hasilnya:
Vivin Yoesoef: Sailor wanna be (sailormoon kalee), Arinda Idris: Backpacker wanna be, Noen ZK: Doctor wanna be, Gieh Syafitri: Minister wanna be , Revi Veltia: Professor wanna be






Yak begitulah, goresan-goresan kecil tentang mimpi yang aneh kita (kecuali si Noen, mau jadi dokter mah wajar banget). Walo pun kesannya kejadian ini biasa-biasa aja, tapi buat kita, momen itu adalah mozaik kecil masa-masa pasukan putih abu-abu yang susah buat dilupain. Saat seorang bilang, "2014!!", pasti kita langsung senyum-senyum ga jelas :) To be honest, ini kita buat bukan asal aja, tapi emang dari hati, suara hati :)
Selalu narsis selalu :D
Dan setelah kita puas dengan hasil karya kita (Well we even didn't care about the wall :P), kita juga membuat janji, tahun 2014 ini, kita bakal ketemu di tempat yang sama pada saat kita membuat janji, mungkin tulisan dengan spidol ini bakal hilang dimakan waktu, tapi, esensinya ga kan pernah terhapus dari memoar. Guys, buatlah mimpi-mimpi kecilmu bersama teman sejawat, it is sweet thing I think :)

Hello, my silly fellas, SEE YOU IN 2014 AT THAT SPOT (samping lab.Bahasa SMAN1 Pangkalpinang)
Pipin, Ayin, Noen. We are big silly fellas!

Sunday, October 17, 2010

KAB ESA 2010 (Damn! I've passed those phases :D)

Esa? English Student Association. Itu tuh nama resmi Himpunan Mahasiswa saya. Yah, udah ketebak kan saya kuliah di jurusan apa? Yang pasti bukan kedokteran (garing). Jadi, saya tuh akhir-akhir ini (sok) sibuk gara-gara alur-alur kaderisasi anggota baru (buat fans saya yang kangen, muuph eaaa). Hmm. Alur pertama dimulai dari Re-camp (Recognizing Campus), kalo ga salah tanggal 25 Agustus kemaren. Hari itu kita masih ospek kampus. Kita tuh dimanja abis deh sama panitia, I mean, kita disuguhin hiburan-hiburan yang bikin kita tertarik dan penasaran banget sama yang namanya "ESA". 
"Deuuh. Anjir keren banget lah si Kang 'A'", kata salah seorang temen saya.
Ada yang bilang, "Pokoknya gue harus ikut alur KAB ESA!! Keknya seru euy."
Okay, over all, semua yang ikut tuh pada ngiler pengen masuk ESA. KAB ESA ada 6 alur. 

Nah, alur kedua tuh namanya "A journey to Your Life" tanggal 19 September. Jadi di sini nih kita diajarin gimana caranya jadi mahasiswa yang punya tujuan hidup, yah bikin kita termotivasi lah. Dan di alur ini nih, yang namanya SEKDIS (Seksi Disiplin) udah nongol aje. Beuh... edan! Sekali masuk susasana langsung "Kriik... krikk.." Gada yang berani ngomong lah.

Okay, alur ketiga sebenernya ga terlalu resmi, namanya Small Peer Guiding. Jadi kita pas sebelum Recamp udah dibagi 20 kelompok. Nah pas SPG tuh, kita dibimbing oleh Kambing (Kaka Pembimbing) yang ngasih tau dan ngasih bimbingan buat alur selanjutnya. Ga cuma itu sih, kita juga bisa nanya-nanya tentang perkuliahan (secara mereka lebih senior :P). Oyah nama kambing kelompok saya mah, Kang Ija ama Teh ikmah. Love youuuuuu Kambingss :)

Latihan Kepemimpinan Mahasiswa tanggal 25 September. Kalo di SMA saya mah namanya LDK (Latihan Dasar Kepemimpinan). Yak, itu alur keempat. Edannya nih ya, kita tuh ga tidur selama 33jam non-stop. Mau tau kita ngapain aja? Kita jualan colenak!! Eh ya ga lah (mulai garing). Selaen dikasih materi, kita juga belajar sidang, ngetokin palu tuh ternyata ga asal ketok ya! Kasian euy presidiumnya dapet banyak cobaan dan pas LKM mah emang banyak banget godaannya, yang tengah malem udah ga kuat mau nutupin mata lah, yang mau pipis ditahan-tahan lah karna sidangnya masih "panas", dan banyak lagi..
Eh mau pamer dikit, saya ternyata dicalonin jadi ketua angkatan loh (hehe) tapi alhamdulillah ga kepilih :) Soalnya itu tanggung jawabnya gede, saya masih rada kagok. Hehe. 
Pas LKM jumlah pesertanya berkurang euy. Mungkin ciut ama sekdis ya (hehe ini mah jangan dipercaya, soalnya atas pemikiran saya :P).

Grand Peer Guiding tanggal 3Oktober. Nah kalo alur kelima ini mah acaranya sante banget.Soalnya gada Sekdis :P Trus tiap kelompok tuh dikasih clues buat post to post. Kingdom of Abeh-lah, Gedung poligami= Gymansium, gila kita mah muter otaknya ga sampe kesitu banget! Katanya sih buat latihan untuk PAB (pengukuhan Anggota Baru) entar yang bakal post to post.

Pengukuhan Anggota Baru itu alur terkahir, edaaaan. Saya tuh krisis finansial gara-gara beli ini-itu buat camping. Tapi, itu saya ga nyesel kok, solanya di Sagalaherang 2hari saya dan teman-teman dapet pelajaran yang ga abal-abal. In this phase, it makes me enthusiastic :P
Baru seminggu yang lalu sih, tepatnya tanggal 8-9 Okteober, jadi masih fresh ingatan saya. Dari mulai tracking, diri-in tenda, games, show off, lomba masak, dibangunin tengah malem, dimarahin Sekdis, dan pengukuhan deh :) Sayang, ada beberapa temen saya yang ga lulus :( Tapi yang ikut PAB so worth it lah saya jamin!!

A. Yang Seru dari KAB ESA
1. Pengalaman baru. Kuliah itu dunia yang baru banget buat saya. Kalo cuma kenal ama ruang kelas, dosen, kampus, asa ga asik euy!
2. Makin deket sama temen-temen. Ya dari 6 alur itu, saya ngerasa dapet temen baru. Dan ternyata mereka tuh GILA semua. But ya know, I love them. And enjoy it :)
Wida, Meli, Ayin, Vero, Aw



3. Kenal ama senior. Beuh, kalo kita cuma jadi mahasiswa biasa aja, kapan bisa deket sama banyak senior? Ya paling ga mah kita bisa minjem bukunya gitu (Aduh punten Kang, Teh :D)
4. Jiwa kepemimpinan dan jiwa berorganisasi kita jadi mateng, ga mentah lagi. Dan ini berguna banget beres kita kuliah ntar. Trust me deh!
5. Susah bareng, nginep bareng, begadang bareng, jarkom, dan banyak lagi. I really miss that! Ga bakal terlupain deh.
6. Saya ga mau jadi kupu-kupu (Kuliah-Pulang, Kuliah-Pulang). Asa ga asik euy idup di kampus :D

B. Sekdis
1. Pertama tau sama Sekdis mah rasanya keki pisan lah, dimarah-marahin, dicari kesalahan, bla... bla.. bla..
2. Tapi, ternyata setelah dipikir-pikir, kalo gada sekdis, KAB ga bakal seru lah!
3. Nih Sekdisnya :)
Serem, ya? Aslinya baik loh!
4. Tiap ketemu di jurusan, rasanya gimanaa gitu kalo mau nyapa. Takut iya, segan iya, jadi selalu menghindar kalo hampir pas-pas-an. Eh malah dibilang sopmbong :(
5. Sekdis tuh dah ngasih banyak pelajaran berharga banget buat kita. Yang paling membekas tuh tentang ESENSI sama AMANAH!! Ehehe, apalagi pas Kang Maul (Ehm) yang ngejelasin sama saya dan Sandi (temen sekelompok).
6. Beres KAB mah mereka baik pisan.
Tuh senyumnya pada manis lah :D

C. Kasus saya sama Sekdis (Hehe, ampun maap yah Kang, Teh..)
1. JTYL, saya ga bawa 1 barang, makanan berat. Trus dibilangin, "Kenapa ga bawa makanan berat? Mau diet kamu??? TURUS!"
2. LKM, saya mengajukan delik aduan sama Teh Deris. Aduh punten teh, ini mah saya didorong-dorong sama temen-temen biar ada yang seru cenah. Tapi saya mah nge-fans pisan sama teteh :)
3. LKM, saya jadi salah satu terdakwa "twitter"-an pas pemateri lagi di depan. Ketauan sama sekdis, hehe. 
4. PAB, kan kita mesti dapet tanda tangan 100 peserta dan 100 senior. Da saya mah dah kumplit, tapi pas Kang Wilman nyamperin saya, "Hmm bagus udah 100. Eh Rizal itu yang mana ya?" Jleb!! "Eh Rizal, Kang? Errr.. Zzzz. Gatau Kang.." Kang Wilmannya bilang, "NIH GA BUTUH!!" (lemparin buku saya, hehe)
5. PAB, gara-gara salam sekdis. Deuh, salam sekdis mah meuni ngejebak pisan lah. Tapi dsini kita dapet pelajaran tentah esensi dari amanah :)
6. PAB, tengah malem. Angkatan kita dibilang ga kompak. Dan pas tengah malem, semua dipanggil satu-satu. Eh tapi pas beres, gada yang dibentak ceunah cuma saya yang dibentak depan muka. Aaaa untung dah biasa :)


KAB ESA 2010, WE ARE FAMILY! WE ARE REALLY FAMILLY!!

Monday, September 27, 2010

A leader. Does It Need Any Conspiracy?

Hmm. Mungkin kata 'pemimpin' udah sering banget ya di kehidupan kita. Kalo pemimpin negara Indonesia kita disebut presiden. Yaa presiden, gubernur, bupati, direktur, ketua kelas bahkan diri kita sendiri adalah seorang pemimpin. It means, setiap individu itu emang dilahirkan sebagai seorang pemimpin. Contoh kecil aja nih ya pemimpin bagi diri sendiri dulu. Misalnya, saya sebagai mahasiswa harus mengatur waktu supaya saya bisa datang ke kampus ga telat, bisa ngerjain tugas tepat waktu, dan bisa hang out sama temen-temen. Jadi, saya adalah pemimpin bagi diri saya sendiri. Dua hal yang sangat penting tentang pemimpin menurut saya, 1. Bisa memimpin dirinya sendiri, 2. Bisa mempengaruhi orang sekitar. Ya yang pertama kalo kita ga bisa memimpi diri kita sendiri, gimana kita bisa memimpin orang lain dalam jumlah yang banyak? Dan yang kedua itu pemimpin harus bisa mempengaruhi orang sekitarnya karna jika seseorang tidak membawa pengaruh apa-apa, it means dia ga bisa jadi pemimpin.

Well, yang jadi masalah adalah, pemimpin yang ideal itu gimana sih? Ada harga matinya ga sih? Mungkin tiap orang punya kriteria yang berbeda ya tentang pemimpin ideal mereka. Kalo saya rangkum, pemimpin ideal pastinya jujur, bertanggung jawab, adil, dll. Tapi apakah itu harga mati, guys? Menurut saya, pemimpin dengan kriteria seperti itu hanya ada di dalam sosok Rasullullah SAW. Karna emang beliaulah pemimpin umat Islam yang sejati (buktinyta itung aja ada berapa umat Islam di belahan dunia ini).

Jadi gini, anggap saya punya sebuah kasus. Ada sebuah pemilihan ketua dalam suatu event dan terdiri dari tiga calon: 1. Calon A, seorang laki-laki yang sangat komunikatif dan memiliki public speaking  yang baik serta dengan visi misi yang jelas. 2. Calon B, seorang laki-laki yang juga komunikatif dan tegas dalam berkata, agak berapi-api dan memiliki visi misi yang jelas. 3. Calon C, seorang laki-laki yang kalem, tidak begitu pandai berkomunikasi, agak terbata-bata dan terlihat ragu-ragu.
Pada saat pemilihan, terbagi dalam beberapa grup. Grup pertama mengatakan bahwa calon A sombong saat menjawab pertanyaan dari seorang partisipan, padahal pertanyaannya adalah, "Kemampuan apa yang kamu miliki yang orang lain tidak punya?" Bukankah jawabannya harus membanggakan diri, ya?
Baiklah, kemudian mereka mengatakan bahwa calon B terlalu ambisius dan memberikan harapan-harapan kosong. Hmm, padahal mereka hanya melihat dari gaya bicara calon B yang berapi-api lalu mengatakan calon B sangat ambisius! Dan kalo masalah harapan kosong, bukankah setiap harapan emang kosong, ya? Nah nanti mereka dan sang ketua lah yang akan mengisi harapan itu bersama-sama. Sedangkan calon C sangat banyak para pendukungnya. Mereka mengatakan bahwa calon C sangat humble, tenang, apa adanya..
Setiap grup (misalnya ada 5 grup) terus menerus mengatakan hal yang sama karena ada seseorang dari setiap grup yang mencoba meng-influence grup-grup mereka, tetapi ada sebagian minoritas (yang memang sangat kritis)  yang membela calon A dan calon B. Semua grup sedang musyawarah yang cukup alot sehingga mencapai kata mufakat. Dan finally, calon C lah yang terpilih sebagai ketua. Seorang laki-laki apa adanya...

Guys, ini menurut saya sangat komplikasi. Apakah sosok seorang pemimpin itu sekarang udah berubah makna? Atau konspirasi seperti itulah yang melahirkan seorang pemimpin?